UMKM Ganing Dapat Bantuan Mesin Penyuir Ayam Karya Mahasiswa ITNY dalam rangka PKM-PI

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) menyerahkan mesin penyuir daging kepada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Ganing di Dusun Kranggan Desa Murtigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul, minggu (7/8). UMKM Ganing bergerak dibidang pembuatan abon ayam dan kacang telor.
Dalam rangka PKM tahun 2022, Mahasiswa  Fakultas Teknik Industri (FTI) Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) yang dibimbing oleh Rivan Muhfidin, S.T., M.Sc.  berhasil meraih pendanaaan DIKTI pada PKM-Penerapan IPTEK (PKM-PI).  Tim beranggotakan mahasiswa Prodi Teknik Mesin angkatan 2019 dan 2020.  Mahasiswa tersebut Shodiq Ansori selaku Ketua Tim, dan Fatur Rizki Anggun Juniar, Dominggus Daniel Lefmanut, Ain Khoeruzaman, Muksim.
“Kami mengambil judul implementasi mesin penyuir daging untuk bahan baku abon guna meningkatkan efisiensi kerja UMKM Ganing”, jelas Shodiq.
Ia menambahkan bahwa Judul tersebut dipilih berdasarkan permasalahan yang dihadapi oleh mitra, UMKM Ganing. Dalam menjalankan pekerjaannya, UMKM Ganing masih menggunakan metode tradisional dalam pengolahannya. Cara menyuir daging di UMKM tersebut menggunakan tenaga manusia. Berdasarkan permasalahan tersebut, tim mempunyai ide untuk merancang sebuah mesin penyuir daging untuk bahan baku abon ayam sebagai solusi untuk menjawab permasalahan yang terjadi.
“Semoga dengan adanya mesin yang telah dibuat oleh TIM PKM-PI ITNY dapat memberikan solusi yang dihadapi UMKM Ganing selama ini serta bisa meningkatkan produksi abon”, ujar Rivan.
Ketua UMKM Ganing, Sunarti Ningsih mengaku senang mendapat perhatian dari para mahasiswa ITNY ini. Turut hadir pula, Dukuh Kranggan, Sukirman dalam serah terima tersebut. Sukirman berharap bahwa  dengan hadirnya mahasiswa di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan dampak yang baik bagi masyarakat pada umumnya, terutama bagi UMKM Ganing yang bisa meningkatkan produksinya.
“Mesin penyuir ini sangat membantu sekali dalam proses pembuatan abon, terutama dalam proses penyuiran. Proses yang awalnya membutuhkan waktu yang lama dengan cara manual, sekarang bisa lebih cepat dan produksi bisa lebih banyak, terimakasih ITNY”, pungkas Sunarti.